Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) atau"Indonesian Cassava Society (ICS)"
adalah organisasi masyarakat, yang anggotanya terdiri dari seluruh
petani singkong di Indonesia; para pengusaha agribisnis singkong;
ilmuwan; para tenaga ahli terkait; para industriawan terkait; para
pedagang terkait; para peneliti; para pengamat terkait; para penyuluh
pertanian; pegawai negeri sipil pusat dan daerah; para aparat terkait.
Organisasi
ini dibentuk melalui suatu Deklarasi oleh para pendiri pada tanggal 28
Februari 2010 di Pondok Ratna Farm, Jl. Raya Tapos no.10 Kp Cukanggaleuh
1 RT 01/RW 02, Desa Jambuluwuk, Kecamatan Ciawi, Kab. Bogor, Provinsi
Jawa Barat, Indonesia 16720.
Para
pendirinya adalah DR Marwah Daud Ibrahim; H. Suharyo Husen, BSc,
SE,MBA; Prof. DR. Winugroho, DR. Thamrin Chaniago; Prof.DR. Endang
Sukara; Prof. DR.Elan Masbulan; Dra. Alita Nursanti; Ir. Miftah; Hj.
Ratna Suningsih; Entang; Suparjan; Rommy; Yoyok Wastoyo; Pualam Puteh;
Aidil Akbar.
MSI
melalui budidaya singkong yang terintegrasi dengan penerapan
modernisasi dan standarisasi teknologi, manajemen budidaya dan
pengolahan hasil, dapat memberikan manfaat bagi semua pihak terkait
(para pemangku kepentingan)
Logo
- Coklat : singkong sebagai komoditas pokok
- Kuning : nama organisasi dengan warna kuning emas yang mencerminkan bernilai tinggi dan lestari
- Hijau : kesejahteraan bersama semua Pemangku kepentinganSingkong (petani, pengolah, dan pedagang singkong dan sebagainya
Visi:
Singkong Sejahtera Bersama (SSB)- Cassava for Mutual Prosperity
Misi :
- Mengembangkan agribisnis singkong bagi kesejahteraan bersama para pemangku kepentingan terkait;
- Meningkatkan daya saing komoditas singkong dan produk-produk dari singkong dipasar dalam dan luar negeri;
- Merumuskan dan menyampaikan bahan-bahan masukan kepada pemerintah dalam rangka menyusun kebijakan tentang singkong yang menguntungkan semua pihak;
- Mengusahakan dukungan pemerintah bagi pengembangan industri singkong terpadu yang menghasilkan produk-produk dari singkong yang diperlukan pasar dalam dan luar negeri;
- Memfasilitasi pengembangan sumber daya manusia untuk membangun agribisnis singkong dari hulu ke hilir;
- Secara terus menerus mempromosikan singkong dan produk-produk dari singkong;
- Mengembangkan dan memperluas pemasaran singkong dan produk-produk dari singkong;
- Meningkatkan pendapatan petani singkong secara signifikan, minimal Rp 3 juta perbulan/keluarga petani singkong;
- Meningkatkan tekhnologi agribisnis singkong dari hulu sampai hilir.
Program Kerja :
1. Program kerja jangka panjang :
a. Meningkatkan pendapatan petani singkong;
b.
Bersama pemerintah menyusun dan membuat kebijakan yang menguntungkan
semua pemangku kepentingan singkong , termasuk didalamnya : petani,
pengolah, pedagang, konsumen baik didalam negeri maupun dikuar negeri;
c. Meningkatkan tekhnologi pengolahan singkong untuk berbagai keperluan, baik untuk pangan maupun untuk industri (non pangan) ;
d.
Memasyarakatkan varietas-varietas unggul singkong kepada para petani
singkong dalam rangka meningkatkan produktivitas dan meningkatkan
produksi singkong termasuk didalamnya : Darul Hidayah, Manggu, MSI-I dan
RS ;
e. Secara terus menerus
meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para pelaku agribisnis singkong
termasuk petani, pengolah , pedaganga dan peneliti singkong;
2. Program kerja jangka menengah :
a. Meningkatkan produksi singkong secara periodik lima tahunan;
b. Meningkatkan pendapatan petani singkong dan keluarganya secara periodik lima tahunan;
c. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para pelaku agribisnis singkong dari hulu ke hilir secara periodik lima tahunan;
d. Mempromosikan singkong dan produk-produk dari singkong secara berkala lima tahunan;
e.
Memperkuat permodalan para pelaku agribisnis singkong secara periodik
lima tahunan, misalnya melalui pengembangan sistem klastering didalam
sistim pengolahan agribisnis singkong ,termasuk pemasarannya;
3. Program kerja jangka pendek :
a. Menyelsaikan adminstrasi MSI , antara lain Anggaran Dasar, Anggarana Rumah Tangga, Akte Notaris dsb;
b. Mernginventaris varietas singkong yang dirilis pemeerintah dan temuan-temuan varitas baru singkong di masyarakat;
c. Mempersiapkan proyek pengembangan klaster singkong, termasuk industri pengolahan untuk berbagai produk olahan;
d. Mermbantu petani singkong memasarkan singkong mereka;
e. Membantu para pabrikan tapioka untuk memenuhi kebutuhan bahan baku singkongnya;
f. Menyusun rumusan klaster-klaster agribisnis singkong yang saling menguntungkan antara petani , pengolah dan pedagang;
g.
Mendorong para petani singkong untuk bekerja sama sesama petani
singkong, bergabung kedalam ASPESINDO ( Asosiasi Petani Singkong
Indonesia );